Sinivasan Sembarangan Merampok Uang Negara
Aneh memang negeri ini yang mengaung-agungkan sebagai negara hukum. Banyak pejabat negara, pengusaha, dan tokoh-tokoh politik yang melakukan korupsi hingga miliaran rupiah nyatanya masih bebas hukum. Salah satunya adalah Sinivasan, mantan bos Texmaco yang belum terjerat hukum.
Akibat Kolusi, Korupsi dan Nepotisme (KKN) bersama para keturunan India yang dibawanya ke Indonesia telah menyebabkan kerugian besar bagi Texmaco sehingga berujung pada kebangkrutan. Parahnya para mantan karyawan Texmaco belum dibayar pesangonnya.
Sikap Kejaksaan Agung RI yang tidak menahan buronan Sinivasan ini telah menimulkan luka bagi para mantan karyawan Texmaco. Koordinator Forum Texmaco Eks Karyawan ( Forteks ) Arif Hidayat dalam siaran persnya mendesak Kejaksaan Agung segera menahan Sinivasan. Menurut Arif, Tersangka Sinivasan sama sekali tidak menunjukkan itikat baik untuk menyelesaikan persoalan hutang baik kepada Bank Muamalat, Pemerintah maupun kepada mantan karyawan Texmaco.
Modal dan aset Texmaco sengaja dikorupsi oleh keturunan India tersebut. Para kroni Sinivasan telah merampok pinjaman dari Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang nilainya trilyunan rupiah. Texmaco Grup banyak mem-PHK karyawan lokal namun para keturunan India masih tetap dipertahankan dan masih menikmati fasilitas mewah dan gaji yang sangat tinggi.
Uniknya, ketika Texmaco kolaps, para kroni Sinivasan segera memutihkan anak-anak perusahaan tersebut menjadi perusahaan baru dengan kepemilikan berbeda meski masih dibawah kendali Sinivasan. Dan lebih aneh, pemerintah mau saja mengambil alih anak-anak perusahaan Texmaco tersebut untuk mengembalikan dana bantuan BLBI yang nilainya trilyunan rupiah.
Padahal uang yang dikorupsi oleh Sinivasan dan para kroninya telah menyebabkan uang negara amblas. Yang lebih parah, ribuan mantan karyawan Texmaco belum dibayar pesangonnya hingga kini. Sembarangan memang bangsa ini.
1 comment Mei 12th, 2008









