Archive for April, 2008

Sem(b)arangan!

“Hi, pye kabare nda? Blaik tenan ik, gondes tenan ga nate ngajak jeng-jeng…” Wah jadi inget temenku Iwan yang asal Semarang. Meski sudah lama menetap di ibukota sejak kecil, bahasa sem(b)arangannya masih medhok. Iseng-iseng cari kamus bahasa Sem(b)arangan dan ketemu ini:

Asem ki, Asem ik umpatan tentang sesuatu yang tidak diharapkan
Atis berarti dingin untuk minuman atau sejuk untuk hawa
Bak-buk artinya Impas, Aku ngilangke motormu, saiki kowe ngrusakake laptopku… wis to … bak-buk to. Artinya Aku ngilangin motormu, kamu ngrusak laptop ku ya udah, impas.
Banger Bau tidak sedap seperti bau amis/ sampah
Blaik suatu ungkapan tentang kekagetan
Blanggem Pohung goreng
Bentengan sejenis permainan kejar-kejaran anak, di daerah lain ada yang bernama jek-jekan
Benthik sejenis permainan anak, di daerah lain ada yang menamakannya Pathil Lele
Brom pit artinya sepeda motor
Congyang sejenis minuman keras khas Semarang
Ceng ceng po sahabat kental
Ciamik sesuatu yang artinya mirip dengan Lheb…
Ciak artinya makan
Ciblek Cilik-cilik betah Melek, istilah untuk kupu-kupu malam ABG
Coa artinya ngomong besar, rasah coa kowe
Coa-Coa menggosip, ngomong membesarkan/ menyebarkan isu atau fitnah.
Datsu sejenis angkutan kota, aslinya merupakan kependekn dari merk kendaraan Daihatsu
Denok mbak, gadis dewasa
Denyom berarti perempuan, atau gadis (lagi…)


2 comments April 27th, 2008

Haiyah… Sembarangan Berhenti di Jalan

Ternyata budaya berkendara seenak udele (jawa=pusar) dewe semakin  menjadi  hal yang lumrah. Seperti kejadian tadi di pertigaan Mayestik, Jakarta Selatan. Sebuah mobil kijang berwarna merah dengan nomor B1118..  tiba-tiba berhenti di tengah jalan dan pintu depan sebelah kiri pun terbuka. Seorang cewek ABG keluar dari mobil tersebut dan langsung mencegat bus Kopaja yang saat itu ada di belakangnya.

Duuh… coba saja di belakang kijang tersebut ada mobil atau sepeda motor yang juga melaju kencang pasti sudah menubruk nya. Yah… semakin aneh saja  kelakuan pengguna jalan raya di ibukota ini.  Sembarangan membawa umpatan!!!


Add comment April 25th, 2008

MUI: Negara Berhak Menutup Ahmadiyah, Sembarangan!

Melihat dinamika kebebasan menganut agama, saat ini konteks yang lagi hangat adalah kasus Ahmadiyah. MUI memandang aliran Ahmadiyah adalah kafir dan menyimpang dari Islam. Mmmm… benarkah? Kayaknya diskusi mengenai hal ini tak akan rampung jika MUI langsung menghakimi Ahmadiyah sebagai aliran sesat.

Jika mau ditelusuri lagi sebenarnya - menurut saya - fatwa-fatwa MUI itu tidak masuk akal, egois, dan agak tolol. Padahal  MUI dipimpin oleh orang-orang yang katanya berpendidikan seperti ketua MUI KH Ma’aruf Amin dan Prof Din Syamsuddin serta ulama lainnya. Fatwa MUI sangat berpotensi untuk memicu pertikaian antarumat beragama di Indonesia, khususnya di dalam agama Islam sendiri. Lihat saja dalam beberapa hari belakangan ini banyak demo menentang Ahmadiyah yang melibatkan massa dalam jumlah banyak dan terlihat garang.

Di dalam fatwa MUI juga terdapat pasal aneh mengenai pengharaman Ahmadiyah, pengharaman kawin antaragama, pengharaman aliran liberalisme, skularisme, pluralisme dan pengharaman doa bersama antar agama yang berbeda.  Berarti fatwa MUI cenderung menolak prinsip Bhineka Tunggal Ika, Pancasila, dan UUD 1945. Lah gimana nih sembarangan!

Pemerintah pun tampaknya juga bingung dengan penyelesaian kasus ini. Kalau MUI tidak mau menyatakan Ahmadiyah sebagai aliran Islam, nah kenapa pemerintah tidak menetapkannya sebagai agama tersendiri. Katanya negara ini menjamin kebebasan masyarakat untuk memeluk dan menjalankan agama yang dianutnya (embel-embel: hanya agama yang diakui pemerintah saja) .  Sembarangan lagi!


1 comment April 25th, 2008

Sembarangan! Buang Sampah kok di Jalan

clean-nice.jpgDasar! kesadaran orang untuk membuang sampah di tempat yang benar ternyata masih setengah hati. Kebiasaan ini juga tidak dimonopoli oleh orang-orang pinggiran - yang memang dari segi pendidikan kurang mendapatkan budaya benar ini. Orang yang berpendidikan dan kaya pun terkadang melakukan perbuatan tak senonoh ini.

Seperti kejadian tadi pagi saat saya berangkat dari arah Ciledug ke Kebayoran Lama, Jakarta. Macet, panas, asap mobil, dan bunyi klakson motor/mobil/bus selalu menjadi bagian yang tak bisa lepas dari aktivitas pagi. Berada di belakang bus dan bajaj sudah pasti penuh dengan sentoran asap hitam pekat. Maka saya pun memilih untuk mengarahkan motor di samping mobil yang terbilang cukup wah untuk ukuran rakyat Indonesia.

Pluk… tiba-tiba kotak kemasan minuman melayang dari jendela sisi kiri mobil MPV hitam tersebut. Kaca jendela pintu itu pun segera tertutup kembali jadi tidak tahu muka orang yang berada di dalamnya. Untung saja sampah minuman kotak tersebut tidak mengenai saya. Sempat dongkol juga sih tapi saya cuma bisa bergumam “Sembarangan lu!”.

Mmmm… ruang sampah di Indonesia memang sangat terbuka, semua tempat boleh menjadi tempat sampah. Meski aturan mengenai larangan membuang sampah secara sembarangan telah dibuat oleh pemerintah, toh nyatanya tetap saja sampah tetap tersebar di jalan raya, got/ selokan, sungai, pantai, bahkan di laut. Pantes aja negara ini penuuh dengan kotoran.

Glek!!


Add comment April 24th, 2008


Kategori

Tag

Blogroll

 

April 2008
S S R K J S M
    Mei »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Komentar Terakhir

Arsip

Dukung Yuk!

anti_pembajakan.jpg

nowordpressnocry.jpg

Jangan Asal Copy Paste Ya...

No Rokok! stopsmoking.jpg

Status

BIAR RAME!

RSS Info Teknologi

Halaman

Meta

Tulisan Terakhir

Feeds

sfi.jpg